Gunung Lewotolok Muntahkan Lelehan Pijar Dua Kali

  • Bagikan
Gunung Lewotolok Muntahkan Lelehan Pijar Dua Kali
Potret Erupsi Gunung Lewotolok (Dokumentasi BMKG)

Medan Hari ini – Erupsi terjadi di gunung Ile Letowolok yang berada di Kabupaten Nusa Tenggara Timur pada Rabu 28 Juli 2021 dalam 2 kali, Yaitu pada pukul 00.24 WITA dan juga 07.22 WITA.

Dikutip dari CNNIndonesia.comStanislaus Arakiang, Selaku Kepala Pos Pemantau gunung Ile Lewotolok, mengonfirmasi erupsi yang terjadi 2 kali tersebut terjadi di hari ini. “Iya, Benar dua kali erupsi.” tuturnya.

Stanislaus juga menerangkan bahwa 2 erupsi tersebut disertai dengan muntahan berupa lelehan pijar. Di erupsi awal tinggi kolom abu hingga 1000 meter dia atas puncak dengan asam hitam pekat tebal menuju barat.

Kemudian, Terdapat juga muntahan material pijar yang mengarah ke selatan dan barat daya sejauh 700 hingga 800 meter. Ini juga menyebabkan kawasan hutan di wilayah kawah gunung Ile Lewotolok membumi hangus.

“Seismogram mencatat di letisam awal dengan amplitudo maksimal di 45 meter selama 49 detik.” Lanjutnya. Ia juga menjelaskan bahwa di letusan tersebut dibarengi dengan dentuman yang cukup besar.

Stanislaus menambahkan di erupsi pertama menuju ke Desa Waipukang dan juga sejumlah Desa lainnya di sekitar Ile Ape. Meskipun begitu, Lokasi tersebut masih terbilang jauh dari pemukiman warga sehingga masih dalam zona yang cukup aman.

Erupsi kedua ia menerangkan bahwa ketebalan abu erupsi tersebut mencapai 800 meter menuju barat. Erupsi Gunung Lewotolok tersebut menghasilkan asap hitam pekat dengan muntahan pijar sejauh 1000 meter dari puncak gunung menuju Desa Jontona.

Dalam hal ini, Stanislaus juga menghimbau kepada masyarakat untuk tenang dan tak melakukan aktifitas apapun dalam radius 3 Km dari puncak gunung.

Status gunung Ile Lewotolok kini dalam level 3 atau siaga. Kendatipun, Masih belum terlihat warga yang mengungsi usai erupsi yang dua kali terjadi itu.

Gunung Lewotolok tercatat pernah juga mengalami erupsi pada 29 November 2020 sebelumnya. Sekitar 5000 warga mengungsi pada saat itu.

Saat ini, Kebakaran hutan juga menghanguskan puncak Gunung yang terjadi pada pukul 11.00 WITA. Pemantauan juga masih dilakukan oleh petugas di Pos Pemantauan Gunung Ile Lewotolok yang berlokasi dekat dengan Desa Waipukang, Kecamatan Ile Ape.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *