Medan Tetap Disekat, Bobby Nasution : Agar Malas dan Dirumah Terus

  • Bagikan
Medan Tetap Disekat, Bobby Nasution : Agar Malas dan Dirumah Terus
Bobby Nasution didampingi Eddy Rahmayadi Memberikan Himbauan mengenai Penyekatan di kota Medan (MedanTalk)

Medan Hari Ini –¬†Bobby Nasution Selaku Wali kota Medan menerbitkan Surat Edaran Nomor 4432/6612 mengenai PPKM Level 4 terhadap Virus Covid-19 yang berada di kota Medan.

Wali Kota Medan tersebut sudah menangani surat edaran tersebut yang berlaku dari 26 Juli hingga 2 Agustus 2021. Surat edaran itu sendiri berisi sejumlah pengetatan dan juga pelonggaran di Masa PPKM.

Bobby sendiri Bersama Edy Rahmayadi selaku Gubernur Sumut, menjelaskan untuk tetap menerapkan penyekatan jalan di Kota Medan. Hal tersebut disampaikan setelah mereka melakukan rapat koordinasi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur di Jalan Jendral Sudirman Medan pada Selasa, 27 Juli 2021.

“Dalam Penyekatan ini kita akan tetap lakukan. Intinya seperti yang disampaikan Pak Gubernur, yang harus kita hindari adalah kerumunan. Yang gak boleh terjadi itu kerumunan,” Pungkas Bobby.

Bobby jelaskan bahwa yang dibatasi adalah hal yang memang tidak bersifat¬†Urgent. “Memang ada pengalihan arus yang mungkin agak berbolak-balik, Nantinya mereka sendiri yang menghindarinya,” Terang Bobby.

Ia menjelaskan bahwa untuk mereka yang hanya berjalan-jalan untuk mutar saja akan menyebabkan kemacetan. Maka dari itu ia pertegas bahwa penyekatan di Kota Medan tersebut ditujukan agar masyarakat lebih merasa bosan di jalan dan akan lebih banyak dirumah saja. “Habis itu mutarnya jadi jauh, Kalau enggak ada keperluan khusus pasti bakal malas dan dirumah aja, itu tujuannya.”

Kendatipun, Masyarakat di Kota Medan bukan berarti segala Aktivitas di sekat. Untuk hal yang cukup urgent tetap di perbolehkan atau dilonggarkan, seperti sektor esensial sebesar 50 persen dan kritikal boleh 100 persen.

Menurut Bobby, Protokol kesehatan mestinya diaplikasikan dengan ketat. Beberapa pelonggaran sudah diterapkan seperti waktu untuk makan di tempat hingga 20 menit. Tokoh usaha juga perlu diberikan edukasi dalam menerapkan waktu makan di lokasi. Ia menuturkan bahwa mau tidak mau PPKM akan terus berjalan seperti yang disebutkan, Namun tetap ada kelonggaran. Tingkat efektivitasnya dapat diprediksi melihat seberapa tunduk Masyarakat dalam menjalani PPKM level 4 di waktu mendatang. Semakin Masyarakat mengikuti dan tunduk akan protokol kesehatan, semakin baik dan cepat perlonggaran akan diterapkan

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *