Setir Kanan di Indonesia, Ini Asal Usulnya

  • Bagikan
Setir Kanan
Ilustrasi Mobil dengan Setir Kanan (ACA Asuransi)

Medan Hari Ini – Sejumlah negara di penjuru dunia menerapkan sistem berkendara dengan menggunakan setir kiri dengan berjalan disisi kanan. Sebaliknya, di Indonesia malah menerapkan setir kanan dan berjalan di sisi kiri. Kira-kira kenapa ya?.

Dilansir dari World Standards, Asal-usul penggunaan setir kanan dan melaju di sisi kiri diakibatkan pada masa feodalisme Inggris. Di masa tersebut orang-orang membawa pedang kemana saja mereka pergi. Kebanyakan orang menggunakan pedang dengan tangan kanan. Maka dari itu mereka jalan di sisi kiri jalan untuk melakukan perjalanan.

Kemudian ada Alasan lain mengapa para pejuang di masa tersebut melaju dibagian kiri jalan. Pertama pejuang perang akan sangat mudah menggunakan tangan kanan mereka untuk memegang pedang saat akan melawan musuh yang mendekat. Alasan selanjutnya adalah dengan berjalan ke sisi kiri, Mereka akan mudah untuk menghindari dari langkah mereka untuk menabrak sarung pedang milik orang lain. Sarung pedang biasa terletak menggantung di sabuk yang ditempatkan di sisi kiri pinggang. Kemudian juga mereka akan lebih kesulitan untuk menaiki kuda dari sebelah kanan, Jika sarung pedang mereka berada di sisi kiri.

Negara yang mengaplikasikan setir kanan dan berjalan di sisi kiri mayoritas merupakan koloni Inggris Kuno. Akan tetapi, di beberapa negara jajahan inggris lainnya malah ada yang berubah pikiran untuk mengganti dengan setir kiri. Seperti Amerika Serikat yang hendak melarikan diri dari Akar Inggrisnya. Sehingga Amerika menerapkan setir kiri dengan jalan disisi kanan.

Di Indonesia sendiri,  Indonesia merupakan negara yang pernah menjadi jajahan Belanda. Belanda memiliki kebiasaan berkelana di sisi kiri jalan sehingga menjadi pengaruh sampai sekarang ini, Belanda pertama kali ke Indonesia pada 1596.

Walaupun awalnya menerapkan lajur kiri, kebiasaan tersebut akhirnya berubah di Belanda. Ini disebabkan oleh Napoleon Bonaparte. Ia memberlakukan untuk berpergian di sisi kanan jalan saat menaklukkan negara-negara di Eropa. Hingga pada saat menaklukkan Belanda, Negara tersebut akhirnya mengaplikasikan setir kiri dan melaju di lajur kanan.

Akan tetapi perubahan ini tak sampai mewabah ke sebagian besar negara jajahannya.

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *